Tawakal, Beda denga MALAS!

Seorang ibu memarahi anaknya yang sudah lulus dari perguruan tinggi terkenal. " heh, gimana sih kamu? sudah satu tahun lulus kuliah belum juga dapet kerja! ngapain kek, ngelamar kerja atau apa lah... yangpentingkerja!! tahu, kamu malu-maluin aja!"

Denga santia si anak menjawab,"emangnya mudah cari kerja? kalau pada saatnya nanti saya dapat kerja, ya kerja. tapi saat ini memang belum punya, ya tawakal aja lah. yoh agama kita mengajarkan tawakkal!." Nah loh??!!

ya, bantyak orang yang salah mengartikan tawakal. sering, tawakal dijadikan "kambing hitam" atas ketidakberdayaan seseorang. baru kena sakit flu, bilangnya: kita serahkan aja kepada yang maha kuasa. Mendapat nilai jelek, jawabannya enteng: kita kembalikan saja kepada Allah, dan bla bla bla bla.....

Memang sebagai oprang muslim, kita harus berserah diri secara total kepada Allah. Namun, keberserahan diri itu harus proporsional, antara upaya (ikhtiar) dengan keterbatasan sebagai manusia. So, gak ada istilah tawakal jika belum didahului dengan ikhtiar yang pantas.

Nah, agar kamu semua gak menjadi orang yang menyalah gunakan konsep tawakal, coba kamu simak ciri-ciri orang yang malas:

  • Gak mau berusaha dengan sungguh-sungguh
Kesungguhan berusaha dalam setiap langkah seseorang menjadi barometer yang paling penting, apakah seseorang itu malas atau rajin
  • Selalu menyalahkan takdir tuahn
Orang yang malas menganggap Tuhan berlaku tidak adil terhadapnya. sudahlah dia nggak mau berusaha, nyalahin Tuhan pula.
  • Berkhayal.
selain kedua hal di atas, yang sering dilakukan orang malas adalah mengkhayal sesuatu yang hampir mustahil. Misalnya, mengkhayal tiba-tiba di rumahnya ada uang sekarung, menghayal dapat hadiah mobil, bisa dapat istri aura kasih, dapat nilai sepuluh sementara dia gak belajar dan lain-lain. kalau sering berkhayal dan melamun, yang dia dapatkan hanya bayang-bayang kesuksesan yang gak pernah menjadi kenyataan. hidup hampa, mati takut!! kalau begitu, nyebur ke laut aja!!

TAWAKAL ITU APA SIH?
OK, tawakal itu harus. tapi, bagaimana agar tawakal itu tidak di salahpahami? untuk itu, pengertian tawakal harus lebih dulu kamu tanggap secara utuh.
secara bahasa, tawakal berarti pasrah(diri). sedangkan secara istilah alias terminologi, tawakal adalah suatu sikap pasrah yang di dasarkan pada aspek ketidakberdayaan seorang hamba kepada allah setelah melakukan usaha (ikhtiar) secara sungguh-sungguh.Dalam konsep islam, ajaran tawakal merupakan cermin sikap seorang hamba yang mengakui akan kelemaha diri dan secara sadar meminta petunjuk dan bimbingankepada Allah agar mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

jadi, konsep dasar dari tawakal itu sendiri adalah agar manusia tidak sombong akan kemampuan diri sendiri. sesukses apapun yang di raih oleh seseorang di dunia ini gak sebanding dengan ke Mahakuasa-an yang di miliki sang khalik. namun, kelemahan yang diumiliki manusia dan ke-mahakuasa-an Tuhan gak sebanding, bukanberarti manusia hanya mengharapkan"uluran" pertolongan dari tuhan tanpa usaha yang berarti.

kalau tadi kita uadah ngebahas and ngungkap ciri-ciri orang malas, sekarang coba perhatikan ciri-cviri oranbg yang tawakal secara benar, sekali lagi secara BENar.. lagi ah secara BENAR:
  • Mau bekerja keras dan disiplin tinggi.
Bekerja keras dan sungguh-sungguh sertadisiplin tinggi harus dilalui  sebelum seseorang menyatakan secara batin bahwa dirinya menyerahkan seluruh urusan kehidupan kepada Tuhan.
  • Percaya diri tinggi
Memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan kemampuan yang baik dan mengakui secara batin bahwa selain dirinya ada kekuatan spiritual (Tuhan) yang serba Maha. sebaliknya, orang malas itu tidak memiliki kepercayaan diri (PD) dan kerjanya hanyamengeluh. Orang yang tawakal, memiliki integritas antara keyakinan diri dengan keyakinan terhadap Tuhan.
  • Segala sesuatu yang akan dilakukan direncanakan dengan baik.
Dia bisa mengukur seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki. dan jika pada akhirnya ditemukan beberapa kendala atau kekeliruan, maka dengan semangat menjadi lebih baik bersedia mengevaluasi dengan cara yang terukur. namun, seluruh proses yang dilalui tetrap pada jalur usaha yang sungguh-sungguh dan baik. bersamaan dengan itu dia meminta petunjuk kepada Allah agar mendapat bimbingan sesuai denag keridhaan-Nya.

Nah, sekarang kamu jadi tahu, apa bedanya antara malas, dengan tawakal. jangan kamu salah menempatkan kedua konsep tersebut. malas dan taweaakal jelas sangat beda!. jadi tidak orang yang sukses gara-gara malas. tapi banyak orang yang sukses karena dia memiliki sikap tawakal yang benar, setelah dia berusaha dengan sungguh-sungguh tentunya.

Kalau udah baca, tolong tuliskan komentarnya ya!!


2 komentar to "Tawakal, Beda denga MALAS!"

:nangis :rate :lebay :hoax :nyimak :hotnews :gotkp :wow :pertamax :lapar :santai :malu :ngintip :newyear

Posting Komentar

Faceblog

Mengenai Saya

Foto saya
Hi semua kenalin aku Fikri Ario Rosmana, anak kedua dari tiga bersaudara. tinggal di cianjur. dan sedang menjalani masa-masa kuliah

web counter..

Free Counter

Page Rank

Powered by  MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Followers

Blog Pulpen Ario Rosmana's Fan Box

About This Blog

Jangan Asal Bikin Status

Tukeran link



Copy kode di bawah masukan di blog anda, Nanti Vio akan segera linkback kembali



Multimedia

:P

Terima kasih Telah Mengunjungi Blog Saya!!!
Mohon Kritik dan sarannya ya!!!!!
 FIKRI ARIO ROMANA
Web hosting for webmasters